Lompat ke isi utama

Berita

Ketua Panwaslih Aceh Besar Gelar Konsolidasi Demokrasi Bersama Staf Sekretariat DPRK dan Media

Diskusi Konsolidasi

JANTHO – Ketua Panwaslih Kabupaten Aceh Besar, Junaidi, melaksanakan kegiatan Konsolidasi Demokrasi bersama staf Sekretariat DPRK Aceh Besar dan insan media pada Senin (1/6/2026). Kegiatan tersebut berlangsung di salah satu warung kopi yang berada di Kecamatan Kuta Malaka.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sadhali, S.Pd, selaku Pimpinan Media Suara Aceh yang juga merupakan pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh. Dari jajaran Sekretariat DPRK Aceh Besar hadir Rifqi Agusni dan Nurul Hidayat. Kehadiran berbagai unsur ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi antar pemangku kepentingan dalam menjaga kualitas demokrasi di Kabupaten Aceh Besar.

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya memperkuat sinergi antara lembaga pengawas pemilu, unsur sekretariat legislatif, dan media massa dalam menjaga kualitas demokrasi serta meningkatkan partisipasi publik terhadap proses kepemiluan di Kabupaten Aceh Besar.

Dalam kesempatan tersebut, Junaidi menyampaikan bahwa konsolidasi demokrasi menjadi langkah penting untuk membangun komunikasi yang efektif antar pemangku kepentingan. Menurutnya, pengawasan pemilu yang berkualitas tidak dapat dilakukan oleh lembaga pengawas semata, melainkan membutuhkan dukungan berbagai pihak, termasuk media dan lembaga pemerintahan.

“Demokrasi yang sehat membutuhkan kolaborasi dan komunikasi yang baik. Melalui pertemuan ini, kita ingin memperkuat pemahaman bersama tentang pentingnya menjaga integritas demokrasi, meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap proses kepemiluan, serta memastikan seluruh pihak menjalankan perannya sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujar Junaidi.

Dalam diskusi tersebut, tema netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) juga menjadi salah satu fokus pembahasan. Junaidi menegaskan bahwa netralitas ASN merupakan prinsip yang harus dijaga untuk menjamin pelaksanaan pemilu dan pemilihan yang jujur, adil, serta berintegritas. ASN diharapkan tetap profesional dalam menjalankan tugas dan tidak terlibat dalam aktivitas politik praktis yang dapat memengaruhi kepercayaan publik terhadap penyelenggaraan pemerintahan dan demokrasi.

Sementara itu, Sadhali, S.Pd menilai bahwa media memiliki tanggung jawab besar dalam menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan edukatif kepada masyarakat. Menurutnya, media dapat menjadi jembatan informasi yang membantu meningkatkan literasi demokrasi dan kepemiluan, termasuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga netralitas ASN dan pengawasan partisipatif.

Keterlibatan staf Sekretariat DPRK Aceh Besar, yakni Rifqi Agusni dan Nurul Hidayat, juga dinilai penting dalam membangun koordinasi kelembagaan yang mendukung terciptanya tata kelola demokrasi yang transparan dan akuntabel. Mereka menyambut baik kegiatan konsolidasi tersebut sebagai wadah bertukar pandangan mengenai penguatan demokrasi dan peningkatan kesadaran publik terhadap isu-isu kepemiluan.

Kegiatan yang berlangsung dalam suasana santai dan penuh keakraban tersebut turut diisi dengan diskusi mengenai tantangan demokrasi, penguatan literasi kepemiluan, netralitas ASN, serta pentingnya menjaga netralitas dan profesionalitas seluruh pihak dalam setiap tahapan pemilu.

Melalui konsolidasi ini, Panwaslih Aceh Besar berharap terbangun komitmen bersama antara lembaga pengawas, Sekretariat DPRK, dan media untuk terus mendukung terciptanya iklim demokrasi yang kondusif, partisipatif, dan berintegritas di Kabupaten Aceh Besar. Pertemuan tersebut juga menjadi momentum mempererat hubungan kelembagaan guna memperkuat pengawasan partisipatif, meningkatkan kesadaran publik terhadap pentingnya netralitas ASN, serta membangun budaya demokrasi yang sehat di tengah masyarakat.

Penulis : Agil Triansyah

Editor : Agil Triansyah

Copyright : @Bawaslu Aceh Besar