Ketua Bawaslu Aceh Besar Gelar Konsolidasi Demokrasi Bersama Tokoh Agama dan Masyarakat di Kuta Malaka
|
ACEH BESAR – Ketua Bawaslu Aceh Besar, Junaidi, melaksanakan kegiatan Konsolidasi Demokrasi bersama sejumlah tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tokoh pemuda di Kecamatan Kuta Malaka, Kabupaten Aceh Besar, pada Rabu, 3 Juni 2026.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh, Tgk. Faisal Ali, Kepala Desa Lam Ara Cut Ismail, S.P., Imam Meunasah Tgk. Bustamam, S.P., Kepala Dusun Muzakkir, serta tokoh muda Munadi. Pertemuan berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan dialog konstruktif mengenai pentingnya menjaga stabilitas politik serta nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan demokrasi di Aceh.
Ketua Bawaslu Aceh Besar, Junaidi, menyampaikan bahwa konsolidasi demokrasi merupakan bagian dari upaya memperkuat sinergi antara penyelenggara pemilu dengan tokoh agama dan masyarakat dalam menjaga kualitas demokrasi yang berlandaskan nilai-nilai lokal dan syariat Islam yang berlaku di Aceh.
Menurutnya, stabilitas politik yang sehat harus dibangun melalui partisipasi aktif masyarakat, komunikasi yang baik antar pemangku kepentingan, serta komitmen bersama untuk menjaga persatuan dan ketertiban sosial. Ia menegaskan bahwa demokrasi yang berkualitas tidak hanya mengedepankan proses politik yang transparan dan berintegritas, tetapi juga harus tetap memperhatikan norma-norma agama dan adat istiadat yang menjadi identitas masyarakat Aceh.
Dalam kesempatan tersebut, Tgk. Faisal Ali menekankan pentingnya peran ulama dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat agar perbedaan pilihan politik tidak menimbulkan perpecahan. Menurutnya, nilai-nilai ukhuwah Islamiyah dan kebersamaan harus tetap dijaga dalam setiap dinamika demokrasi.
Sementara itu, para tokoh masyarakat yang hadir menyampaikan dukungan terhadap upaya Bawaslu Aceh Besar dalam membangun kesadaran demokrasi yang beretika dan berlandaskan nilai-nilai keagamaan. Mereka berharap sinergi antara lembaga penyelenggara pemilu, ulama, pemerintah gampong, dan masyarakat dapat terus diperkuat demi menciptakan kehidupan politik yang damai dan kondusif.
Kegiatan konsolidasi demokrasi ini juga menjadi ruang diskusi mengenai tantangan kehidupan politik ke depan, termasuk pentingnya pendidikan politik kepada masyarakat, pencegahan konflik sosial, serta penguatan budaya demokrasi yang menghormati perbedaan pendapat.
Melalui kegiatan tersebut, Bawaslu Aceh Besar berharap terbangun komitmen bersama dalam menjaga stabilitas politik daerah sekaligus memperkuat demokrasi yang berintegritas, berkeadaban, dan selaras dengan nilai-nilai agama yang hidup di tengah masyarakat Aceh. Komitmen ini sejalan dengan upaya Bawaslu dalam mendorong partisipasi masyarakat dan penguatan demokrasi yang bermartabat.
Penulis : Agil Triansyah
Editor : Agil Triansyah
Copyright : @Bawaslu Aceh Besar