Ketua Bawaslu Aceh Besar Gelar Konsolidasi Demokrasi Bahas Pengawasan Partisipatif
|
Aceh Besar – Ketua Bawaslu Aceh Besar, Junaidi, menggelar kegiatan Konsolidasi Demokrasi bersama berbagai elemen masyarakat guna memperkuat peran warga dalam mengawal proses demokrasi melalui pengawasan partisipatif. Kegiatan tersebut menjadi wadah diskusi dan pertukaran gagasan mengenai pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga integritas pemilu dan pemilihan.
Kegiatan yang berlangsung dalam suasana penuh keakraban tersebut dihadiri oleh Imanuddin, Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) pada Satpol PP Kota Banda Aceh, Fadil selaku tokoh muda, anggota Babinsa Kecamatan Kuta Malaka, serta sejumlah tokoh masyarakat yang memiliki perhatian terhadap penguatan demokrasi dan pengawasan kepemiluan.
Dalam pemaparannya, Junaidi menegaskan bahwa pengawasan partisipatif merupakan salah satu pilar penting dalam mewujudkan pemilu yang jujur, adil, dan berintegritas. Menurutnya, keterbatasan jumlah pengawas pemilu menjadikan peran masyarakat sangat dibutuhkan untuk mengawasi setiap tahapan pemilu dan melaporkan apabila ditemukan dugaan pelanggaran.
“Pengawasan partisipatif bukan hanya tanggung jawab Bawaslu, tetapi juga menjadi tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat. Semakin banyak masyarakat yang peduli dan ikut mengawasi, maka semakin kuat pula kualitas demokrasi yang kita bangun,” ujar Junaidi.
Dalam diskusi tersebut, para peserta membahas berbagai tantangan pengawasan pemilu, termasuk perkembangan informasi di media sosial, potensi penyebaran hoaks, politik uang, serta upaya meningkatkan kesadaran masyarakat untuk berani melaporkan dugaan pelanggaran yang ditemukan di lapangan.
Imanuddin menyampaikan bahwa kolaborasi antara masyarakat dan penyelenggara pemilu perlu terus diperkuat melalui edukasi dan sosialisasi yang berkelanjutan. Menurutnya, masyarakat yang memahami aturan dan mekanisme pengawasan akan lebih mudah berpartisipasi dalam menjaga kualitas demokrasi.
Sementara itu, Fadil sebagai tokoh muda menekankan pentingnya melibatkan generasi muda dalam pengawasan partisipatif. Ia menilai anak muda memiliki peran strategis dalam menyebarkan informasi positif, mengedukasi masyarakat, serta menjadi agen perubahan dalam menciptakan budaya demokrasi yang sehat.
Anggota Babinsa Kuta Malaka yang turut hadir juga menyampaikan pentingnya menjaga stabilitas dan kondusivitas masyarakat dalam setiap tahapan pemilu. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga persatuan dan mengedepankan penyelesaian masalah sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
Melalui kegiatan Konsolidasi Demokrasi tersebut, Bawaslu Aceh Besar berharap terbangun sinergi yang lebih kuat antara penyelenggara pemilu, aparat pemerintah, tokoh muda, aparat kewilayahan, dan masyarakat dalam mengembangkan pengawasan partisipatif sebagai instrumen penting untuk menjaga kualitas demokrasi.
Kegiatan diakhiri dengan komitmen bersama untuk terus meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengawasi proses demokrasi serta mendukung terwujudnya pemilu yang berintegritas, transparan, dan berkeadilan di Kabupaten Aceh Besar.
Penulis : Agil Triansyah
Editor : Agil Triansyah
Copyright : @Bawaslu Aceh Besar